Minggu, 03 September 2017

Abhimanyu, Putra Sang Arjuna (3)

            Saking kuat dan beraninya Abhimanyu, Kurawa and the genk melihat bahwa Abhimanyu merupakan ancaman serius bagi mereka dan perlu untuk dibunuh. Oleh karena itu esoknya mereka berencana menjebak Abhimanyu dalam formasi perang Cakravyuh dan kemudian membantainya. Jadi ceritanya, dulu pas Subhadra hamil Abhimanyu, Arjuna mengajarkan cara masuk dan keluar dari formasi perang Cakravyuh ke Subhadra. Dan Abhimanyu nguping tuh ceritanya dari dalem perut. Tapi pas Arjuna sampe ke cara keluarnya, Subhadra udah ketiduran duluan. Dan berhubung mereka (Abhimanyu dan Arjuna) belum sempat ketemu lagi 13 tahun setelahnya, dan setelah akhirnya mereka ketemu pun toh pada sibuk cari pasukan dan negara sekutu untuk perang, jadi ya mungkin mereka belum sempat ngobrol lagi tentang hal itu dan Arjuna mungkin emang belum sempat nglatih anaknya lagi. Toh sebelum perang juga diceritain Abhimanyu nikah sama Uttari kan, wah tambah full schedule dahh. Oke back to topik. Saat itu, yang menguasai cakravyuh adalah Drona, Drupada, Arjuna, Khrisna, Bhisma, Karna (kayaknya itu doang deh, koreksi kalo salah) dan si Abhimanyu tapi cuma cara masuknya aja.

Cakravyuh

Untuk mensukseskan rencana pembantaian Abhimanyu, Khrisna dan Arjuna dialihkan untuk perang di lain tempat dengan cara Kurawa menyuruh salah satu negara sekutuya menyerang negara sekutu Pandawa, dan pasukan itu hanya bisa ditumpas dengan efektif oleh Arjuna. Jadilah disepakati Arjuna yang berangkat. Berhubung Khrisna adalah kusir keretanya, jadi ya udah mereka berdua pergi dari medan pertempuran. Sebenarnya Arjuna khawatir sama Abhimanyu, tapi dia percaya bahwa saudara-saudaranya yang lain akan menjaga anaknya itu. Sedangkan Khrisna? Penasaran nggak kenapa Khrisna nggak ngajarin Abhimanyu tentang cara keluar dari Cakravyuha padahal Abhimanyu dilatih sama dia dan ada pula adegan Abhimanyu lagi berlatih masuk cakravyuha dengan Duryudana Dursasana Sangkuni Khrisna dan Balarama sebagai tawanannya (pokoknya harus liat sendiri scennya, keren banget tauk!). Dan kenapa Khrisna manut-manut aja suruh pergi ke lain tempat padahal kita yakin Khrisna tau rencana licik Kurawa, dan yang akan dibantai adalah keponakannya sendiri. Mungkin karena disitu kan ceritanya Khrisna tau takdir masing-masing orang (kayanya sih) kaya nanti dari pihak Pandawa cuma Pandawa doang yang selamat, anak-anak Pandawa bakal mati semua, turunannya Pandawa yang akan naik tahta adalah Parikesit dll. Jadi mungkin itu alasan Khrisna membiarkan itu semua terjadi, karena memang sudah takdirnya.

Abhimanyu saat dikeroyok

            Ketika tau bahwa Kurawa menggunakan cakravyuha, Pandawa mulai mudeng tuh kenapa Arjuna dialihkan ke lain tempat. Jadi saat itu yang tau cuma Drupada. Yaudah deh Drupada maju. Eh ternyata dia kesulitan. Terus Abhimanyu maksa buat diperintahkan maju, tapi Yudhistira melarangnya karna Abhimanyu cuma tau cara masuknya. Oleh karena keadaan yang semakin kepepet, jadi Abhimanyu diizinkan maju untuk mmbuka jalan kemudian disusul dan dibantu oleh pamannya sehingga mereka bisa menebus cakravyuh dan mencari jalan keluar bersama. Oke, persiapan yang sepertinya kurang matang saudara-saudara. Saat mereka masuk, ternyata Pandawa dihadang Jayadrata, Raja Sindhu yang dulu pernah menculik Drupadi kemudian ditangkap oleh Arjuna dan akan dibunuh oleh Bima. Tapi sebelum Bima membunuhnya, eh dihentikan oleh Arjuna. Arjuna kasian karena apabila mereka membunuh Jayadrata maka Duhsala (saudara mereka yang merupakan genk kurawa) jadi janda. Sebenernya sama Nakula udah diperingatkan bahwa ketika kita menolong kalajengking yang tenggelam di air, maka kita yang akan celaka terkena sengatnya. Tapi akhirnya Jayadrata diampuni. Terus dia bertapa dan diberi anugrah Dewa Siwa bahwa kelak dia akan menguasai medan pertempuran selama satu hari dan tidak bisa dikalahkan oleh siapapun selain Arjuna. Bagusss..mulai gregetan kan..nyesel gila kan kenapa Arjuna harus pergi… Jadi ya Pandawa dihadang oleh Jayadrata sedangkan Abhimanyu sendirian di depan dan terus maju. Pamannya udah teriak teriak suruh dia balik, karna mereka tau itu jebakan. Tapi Abhimanyu nggak mau balik, dia dengan gagah berani terus maju kedepan walalupun dia udah tahu bahwa dia bakal mati disana. Kenapa? Aku yakin salah satu alasannya yang terkuat adalah karena dia begitu bangga dengan ayahnya, ingin membanggakannya, dan tidak ingin mengecewakannya. Jadilah Abhimanyu bertarung melawan Drona, Duryudana, Aswattama, Sangkuni, Dursasana, Karna, dsb aku lupa siapa aja. Dan yah..karena dengan satu lawan satu Abhimanyu nggak bisa dibunuh, akhirnya mereka keroyokan. Dan sebelum mereka membunuh Abhimanyu, mereka emang berencana menyiksa dia dulu. Saat itu pun Abhimanyu masih ngelawan. Dia pake apapun senjata yang ada, sampe roda kereta pun dia pake. Tapi yang namanya keroyokan, akhirnya dia kalah, disiksa deh. Dan disaat-saat terakhirnya, dia teriak dengan lantang kepada Pandawa “Paman, tolong bilang pada ayahku, bahwa aku tidak akan merusak reputasinya, dan bilang pada ibuku bahwa aku tidak terkalahkan bahkan saat sekarat pun!”. TESSS!!! Netes air mata ini. Begitu bangganya dia dengan Arjuna. Kasiaann bangettt sumpahh. Aku selalu nangis ngeliat adegan itu. 


Abhimanyu, Putra Sang Arjuna (2)

Abhimanyu, dia adalah keponakannya Khrisna, yang dipercaya sebagai avatar Dewa Wisnu. Hebat? Jelas… dan karena Subhadra adalah adik dari Khrisna dan Balarama, maka Abimanyu pun juga merupakan keponakannya Balarama. Tau kan kalo mereka berdua (Khrisna dan Balarama) adalah ksatria yang sangat hebat? Yah…dan Abhimanyu dibesarkan di kerajaannya pamannya itu (karena bokapnya lagi di pengasingan), dan dilatih oleh mereka. Kebayang kan gimana hebatnya Abhimanyu? Jadi, Starplus emang menggambarkan Abhimanyu sebagai ksatria muda dan ganteng (I love you Paras Arora) yang berani dan hebat, mewarisi kemahiran ayahnya. Yang mau tau penggambarannya Abhimanyu bisa obrak abrik tulisanku yang lain.
Trio kece, Arjun-Khrisna-Abhimanyu

Saat perang Baratayudha, Abhimanyu dengan berani menyerang musuh-musuhnya. Dia tidak gentar sedikitpun dengan siapapun musuhnya. Dia bilang musuh ayahnya adalah musuhnya. Nggak heran ya kalo Abhimanyu jadi anak kesayangannya Arjuna. Bahkan dia pernah lho berhadapan dengan Bhisma yang notabene digadang-gadang sebagai ksatria terkuat yang merupakan anak Dewi Gangga dan dijuluki Dewabrata, dan sekaligus merupakan kakek para Pandawa dan buyutnya Abhimanyu sendiri. Saat berhadapan, Bhisma heran dan terkagum-kagum dengan kemahiran Abhimanyu. Terus dia tanya yang kira kira gini
“Nak, siapa kamu?”
“Aku Abhimanyu, Putra Arjuna dan Subhadra.”
Terus raut wajahnya Bhisma keliatan banggaaaa banget pas mengetahui kalo ksatria muda nan tampan itu adalah anak Arjuna, cucu kesayangannya dan merupakan cicitnya sendiri. Terus Bhisma rada nggak niat melawan Abhimanyu (tapi bukan berarti Bhisma nggak nyerang atau cuma pura-pura nyerang aja lho ya, dia tetep nyerang tapi nggak berniat membunuh), dia sayang banget soalnya sama cicit yang baru ditemuinya itu. Si Bhisma malah kaya lagi nglatih cicitnya sendiri. Setiap serangan Bhisma berhasil di tangkis sama Abhimanyu, Bhisma senyum senyum bangga gitu, dan ketika Abhimanyu berhasil melukai dia, senyumnya tambah lebar. Ya aku sih ngerti ya gimana perasaannya Bhisma. Kasih sayang seorang buyut untuk cicitnya. Jadi ceritanya emang Bhisma dan Abhimanyu belum pernah ketemu, mengingat Abhimanyu dilahirkan dan dibesarkan di Dwaraka. Terus Bhisma bilang intinya jangan halangi kakek nak, kakek tidak ingin melawanmu. Di umurmu ini harusnya kamu masih berguru dan berlatih perang, bukan terjun ke medan perang sungguhan. Tapi Abhimanyu tetep ngotot menghalangi kakeknya (atau buyutnya, ya itulah pokoknya), dia tetep melawan Bhisma. Aku membayangkan seandainya Bhisma ketemu Abhimanyu bukan di medang perang, apa ya yang bakal dilakukan Bhisma? Pasti dia nglatih Abhimanyu deh, bahkan dijadiin cicit kesayangannya. Hmm..sayang banget ya pertemuan pertama mereka terjadi di medan perang dan menjadi musuh satu sama lain, yang bahkan akhirnya dua-duanya pun sama-sama gugur disitu. Sayang banget Abhimanyu belum sempat berbhakti sama buyutnya itu. Sebenernya pingin deh liat kebersamaan Abhimanyu sama Bhisma, liat interaksi yang terjadi diantara buyut dan cicit. Pasti penuh penghormatan dan kasih sayang.

            Abhimanyu juga pernah berhadapan sama Karna. Diceritain pada saat itu Karna posisinya tau kalo Abhimanyu adalah anaknya Arjuna, yang berarti merupakan keponakannya sendiri. Tapi si Karna mah nggak kayak Bhisma. Dia tetep mau manah Abhimanyu, tapi emang ragu-ragu sih. Lamaaa banget dia narik anak panahnya. Eh tiba-tiba Kunthi datang, terus manggil si Karna dengan nada tegas dan menegur. Terus Kunthi sambil jalan menghampiri mereka berdua, dan berhenti di sebelah Abhimanyu (adegan ini diiringi theme song Suryadev So Gaye*kalogaksalah yang emang jadi theme song mereka berdua) terus Kunthi ngomong intinya gini,
“Aku paham dengan persaingan ini (Pandawa dan Karna), aku juga mengerti persahabatan antara kau dan Duryudana. Tapi kalau kamu tega membunuh anak kecil yang bahkan masih berhubungan darah denganmu, maka berarti kamu haus darah, Nak.”
Terus Karna ya biasa lah, kaget dan bengong, sikapnya setiap dia ketemu Kunthi. Diceritain emang walaupun Karna nggak tau kalo Kunthi itu ibu kandungnya, tapi dia selalu mati kutu di depan Kunthi. Dia begitu menghormati Kunthi. Dan akhirnya Kunthi menghilang (jadi ceritanya itu cuma imajinasinya Karna aja #GUBRAGG). Terus matahari tenggelam deh…dan perang pada hari itu berakhir.

Abhimanyu, Putra Sang Arjuna (1)

Abhimanyu versi StarPlus, ganteng kan?

Mungkin nggak semua tau Abhimanyu ya, atau aku doang nih yang awalnya kagak ngarti sama sekali sama ini bocah? wkwk :D. Ya cuma sekedar pernah denger atau baca namanya aja gitu dulu pas pelajaran Bahasa Jawa, kagak ngarti anaknya siapa, orangnya kaya apa, keahliannya apa dan lain-lainnya. Aku juga nggak terlalu tertarik sih sama tokoh satu ini. Soalnya, kan emang aku rasa di pelajaran Bahasa Jawa itu kayaknya cuma Pandawa sentris ya (ceileh bahasanya), atau aku nih yang nggak terlalu tertarik sama cerita wayang jadinya cuma tau tokoh itu itu aja? Tapi anehnya aku suka tuh sama cerita wayang, dan pengetahuanku tentang wayang selama sekolah diantaranya bahwa Pandawa itu ada 5 personil yang terdiri dari Puntadewa raja Ngamarta (punya jamus kalimasada, dia biajksana orangnya, kakak tertua Pandawa), Werkudara aka Bima satria Pringgodani (punya kuku sakti namanya pancanaka, paling kuat, paling gedhe badannya), Janaka/Arjuna/Permadi satria Madukara (pinter memanah, ganteng tapi playboy, :D), Nakula satria Bumiretawu, dan Sadewa satria Sawojajar. Bokapnya Pandawa yaitu Prabu Pandudewanata, sedangkan ibu mereka yaitu Dewi Kunthi (ibunya Puntadewa, Werkudara, Janaka) dan Dewi Madrim (ibunya Nakula dan Sadewa). Terus ada Gathotkaca yang aku nggak tau asal-usulnya pokoknya dia tuh bisa terbang, punya otot kawat tulang besi, dah gitu aja wkwk. Itu untuk genk protagonisnya ya. Kalo di rombongan antagonis ada Prabu Destrarastra dan Dewi Gendari yang punya anak seratus (ebusyeett banyak amit) yang dinamakan Kurawa. Yang tertua namanya Duryudana, terus ada Dursasana, dan ada yang cewe namanya Dursilawati yang merupakan satu-satunya cewek di persatuan Kurawa squad (maafkan bahasaku yang ancur ya). Dah itu doang yang aku tau. Oiya, pokoknya Kurawa itu jahat. Dah titik. Gimana menurut kalian? Parah banget nggak? Tapi serius aku suka sama cerita wayang. Itu yang tentang Mahabharata ya, kalo Ramayana beda lagi dan aku nggak mau bahas disini.
Dulu, aku paling suka sama sosok Werkudara aka Bima. Kenapa? Karena menurutku dia perkasa banget. Tinggi besar kuat. Plus dia punya kuku pancanaka yang konon katanya sangat tajam. Keren abis dah pokoknya. Selain itu, aku paling sinis sama Janaka aka Arjuna. Kenapa? Ya jelas karena dia playboy. Plus waktu itu kan aku kenalnya dalam bentuk wayang ya, jadi aku nggak tau gantengnya dia kayak apa. Pokoknya dia playboy dan aku nggak suka sama playboy. Plus, kadang ada orang yang bilang kalo Janaka itu kaya banci karena suaranya yang lembut. Duh, jadi makin ilfil aku. Tapi eh ternyata, setelah aku nonton Mahabharata versi Starplus, ya kalian semua pasti tau lah ya, karma masih berlaku ternyata gaesss. Aku jatuh cinta sejatuh-jatuhnya sama Arjuna. Ganteng, pinter, sakti, baik, dan mungkin karena Mahabharata versi Starplus rada-rada termasuk aliran Arjuna sentris jadi aku tambah ngefans sama Arjuna yang di film itu sangat berpengaruh dan memang jadi kuncinya Pandawa. Eh kok malah bahas Arjuna? Oke back to topik
 
Bokapnya aja ganteng gini pantes aja anaknya nggak kalah kece wkwk
Singkat kata setelah aku nonton Mahabharata versi Starplus, jrengggg….aku juga jatuh cinta sama Abhimanyu. Kenapa? Dia ganteng bokkk… dan yang paling penting, dia nasibnya bisa dibilang tragis lah untuk ukuran orang-orang ganteng (gubrag!!). Yah, Abhimanyu gugur di perang Baratayudha di usia yang masih muda (ada yang bilang baru umur 16 tahun). Aku cerita yang versi Starplus aja ya, soalnya kan emang Mahabharata banyak versinya kan, dan aku lagi menikmati yang versi Starplus. Kenapa aku suka plus simpati sama Abhimanyu? Berikut beberapa asalannya…

Kamis, 09 Februari 2017

PENGANTAR ENDOKRINOLOGI


 
Berbagai aktivitas sel, jaringan, dan organ tubuh dikoordinasikan oleh hubungan timbal balik beberapa jenis sistem caraka kimia :

1.      Neurotransmitter dilepaskan oleh ujung akson saraf ke dalam taut sinaps dan bekerja setempat untuk mengatur fungsi sel saraf.

2.      Hormon endokrin dilepaskan oleh sel kelenjar atau sel khusus ke dalam sirkulasi dan memengaruhi fungsi sel target di tempat lain di tubuh.

3.      Hormon neuroendokrin disekresikan oleh sel neuron ke dalam sirkulasi darah dan memengaruhi fungsi sel target di tempat lain di tubuh.

4.      Parakrin disekresikan oleh sel ke dalam cairan ekstraseluler dan memengaruhi sel target tetangga dengan jenis yang berbeda.

5.      Autokrin disekresikan sel ke dalam cairan ekstraseluler dan memengarui fungsi sel yang sama yang menghasilkan zat tersebut.

6.      Sitokin merupakan peptida yang disekresikan sel ke dalam cairan ekstraseluler dan dapat bertindak sebagai autokrin, parakrin, atau hormon endokrin.

Penggolongan hormon

Tiga golongan umum hormon sebagai berikut :

1.      Protein dan polipeptida (contoh: TRH,CRH,GHRH, GnRH, GH,TSH, ACTH, Prolaktin, FSH, LH, ADH,Oksitosin, Kalsitonin,Insulin, Glukagon, PTH, HCG, somatomammotropin, Renin, dsb )

2.      Steroid (contoh: kortisol, aldosteron, testorsteron, estrogen, progesteron)

3.      Turunan asam amino tirosin (contoh: tiroksin, triiodotironin, epinefrin, norepinefrin)

Sintesis dan sekresi hormon

Sintesis dan sekresi hormon peptida:

1.      Terjadi proses transkripsi DNA menjadi mRNA. mRNA yang telah terbentuk kemudian keluar dari dalam nukleus menuju sitoplasma.

2.      Di bagian kasar Retikulum Endoplasma, terjadi proses translasi mRNA tersebut menjadi protein atau peptida dengan bantuan ribosom. Pada keadaan ini, hormon masih berupa protein besar yang tidak memiliki aktivitas biologis (pra-hormon)  dan dipecah untuk membentuk prohormon yang lebih kecil di Retikulum Endoplasma.

3.      Prohormon tersebut kemudian ditransfer ke aparatus Golgi untuk dikemas dalam vesikel sekretoris. Saat proses pengemasan tersebut berlangsung, enzim-enzim di dalam vesikel akan memecah prohormon menjadi hormon.

4.      Vesikel tersebut disimpan di sitoplasma (banyak yang terikat pada membran sel). Pada banyak keadaan, sekresi hormon dipengaruhi oleh peningkatan konsentrasi kalsium sitosol akibat depolarisasi membran plasma atau pada keadaan lain rangsang reseptor permukaan sel endokrin menimbulkan peningkatan adenosin monofosfat siklik (cAMP) diikuti aktivasi protein kinase yang memulai terjadinya sekresi hormon.

Berbeda dengan hormon peptida, hormon steroid biasanya disintesis dari kolesterol dan tidak dismpan. Struktur kimia hormon steroid sama dengan kolesterol, dan pada sebagian besar keadaan, hormon tersebut disintesis dari kolesterol itu sendiri. Meskipun sel endokrin penghasil steroid memiliki sedikit simpanan hormon steroid, sejumlah besar simpanan ester kolesterol dalam vakuola sitoplasma dapat dimobilisasi secara cepat untuk sintesis steroid setelah adanya rangsang. Oleh karena steroid sangat larut dalam lemak, begitu disintesis, steroid akan berdifusi dengan mudah melalui membran sel dan memasuki cairan interstitial, kemudian akan masuk ke dalam darah.

Sedangkan hormon amin (berasal dari tirosin), yaitu hormon tiroid dan hormon medula adrenal, dibentuk oleh kerja enzim di kompartemen sitoplasma sel kelenjar. Hormon tiroid disintesis dan disimpan di kelenjar tiroid serta terikat pada makromolekul protein tiroglobulin yang disimpan di folikel besar di dalam kelenjar tiroid. Sekresi hormon terjadi ketika hormon tersebut terlepas dari tiroglobulin dan masuk ke dalam aliran darah. Pada aliran darah, sebagian besar hormon amin akan bergabung dengan protein plasma, terutama globulin pengikat tiroksin, yang melepas hormon tersebut perlahan-lahan ke jaringan target. Epinefrin disekresi empat kali lebih banyak dari norepinefrin di medula adrenal. Hormon tersebut lalu ditangkap oleh vesikel prabentuk dan disimpan sampai hormon tersebut disekresikan.

Onset dan lama kerja hormon

Setiap jenis hormon memiliki karakteristik onset dan lama kerja masing-masing. Beberapa hormon, seperti epinefrin dan norepinefrin, disekresi dalam waktu beberapa detik setelah kelenjar dirangsang, dan bekerja penuh dalam waktu beberapa detik sampai menit. Hormon lainnya, seperti growth hormone atau tiroksin, dapat membutuhkan waktu berbulan-bulan agar dapat bekerja penuh. Konsentrasi hormon dalam darah berkisar 1 pikogram sampai beberapa mikrogram per milimeter darah. Kecepatan sekresinya juga sangat kecil, yaitu biasanya terukur dalam beberapa mikrogram atau miligram per hari.

Pengaturan sekresi hormon

Pengaturan sekresi hormon memiliki mekanisme umpan balik negatif. Yaitu, ketika sejumlah hormon telah dilepaskan akibat suatu rangsang, maka hormon tersebut akan cenderung menekan produksi hormon tersebut lebih lanjut untuk mencegah berlebihnya sekresi atau aktivitas hormon tersebut di jaringan target. Variabel kontrol kadang-kadang bukanlah berupada kecepatan sekresi hormon itu sendiri, tetapi derajat aktivitas pada jaringan target. Oleh karena itu, sinyal umpan balik ke kelenjar endokrin akan menjadi cukup kuat untuk memperlambat sekresi hormon lebih lanjut hanya jika aktivitas jaringan target meningkat ke level yang sesuai. Penghambatan ini dapat terjadi di semua tingkat, yang meliputi tahapan transkripsi dan translasi gen, pengolahan hormon, atau pelepasan simpanan hormon.

Disisi lain, lonjakan hormon dapat pula terjadi karena umpan balik positif. Contohnya ketika lonjakan LH akibat efek perangsangan estrogen sebelum ovulasi. LH yang disekresi merangsang sekresi estrogen tambahan yang selanjutnya akan menimbulkan sekresi LH lebih banyak lagi. Pada akhirnya, LH mencapai konsentrasi yang sesuai, dna pengaturan umpan balik negatif sekresi hormon pun terjadi.

Transpor hormon

Hormon larut air (peptida dan katekolamin) terlarut dalam plasma, sedangkan hormon steroid dan tiroid beredar dalam darah terutama dalam bentuk ikatan dengan protein plasma. Biasanya, kurang dari 10% hormon tiroid atau steroid terdapat dalam bentuk bebas dalam darah.

Bersihan hormon dari darah

Hormon dibersihkan dari plasma melalui beberapa cara, yaitu penghancuran metabolik oleh jaringan, pengikatan hormon pada jaringan ekskresi oleh hati ke dalam empedu, dan ekskresi oleh ginjal ke dalam urine.

Mekanisme kerja hormon

Reseptor hormon merupakan protein berukuran besar, dan setiap sel yang dirangsang biasanya memiliki sekitar 2.000 sampai 100.000 reseptor. Jumlah reseptor ini tidak konstan, pada waktu tertentu beberapa reseptor dihancurkan, dan pada waktu lain resetor tersebut dibentuk kembali. Down-regulation reseptor ini dapat terjadi sebagai akibat dari inaktivasi sejumlah molekul reseptor, inaktivasi sejumlah molekul sinyal protein intrasel, destruksi reseptor oleh lisosom setelah reseptor tersebut masuk ke dalamnya, maupun sekuesterasi reseptor untuk sementara waktu ke dalam sel yang jauh dari tempat kerja hormon yang berinteraksi dengan reseptor membran sel. Sejumlah hormon menimbulkan up-regulation reseptor dan protein pemberi sinyal intrasel, yaitu hormon perangsang memacu pembentukan reseptor atau molekul sinyal intrasel oleh perangkat pembentukan protein sel target dalam jumlah yang melebihi normal, atau lebih banyak ketersediaan reseptor untuk berinteraksi dengan hormon. Bila hal tersebut terjadi, jaringan target akan menjadi semakin sensitif terhadap efek stimulasi hormon terkait.

Reseptor hormon bisa terdapat di membran sel (sebagian besar spesifik untuk protein, peptida, dan hormon katekolamin), sitoplasma (reseptor utama hormon steroid), atau di dalam nukelus (reseptor hormon tiroid dijumpai di nukleus dan lokasinya diyakini berhubungan erat dengan satu atau lebih kromosom).

a.       Penghantaran sinyal intrasel setelah aktivasi reseptor hormon

Suatu hormon memengaruhi jaringan targetnya dengan membentuk kompleks reseptor-hormon. Hal ini mengubah fungsi reseptor itu sendiri, dan reseptor yang teraktivasi akan mengawali terjadinya efek hormonal.

-          Reseptor Terkait-Kanal Ion

Ketika zat-zat neurotransmitter seperti asetilkolin dan norepinefrin bergabung dengan reseptornya, reseptor tersebut akan membuka atau menutup suatu kanal untuk satu ion atau lebih. Sebagian reseptor terkait-kanal ion ini membuka (atau menutup) kanal untuk ion natrium , sebagian lagi untuk ion kalium, sebagian lagi untuk ion kalsium dan seterusnya. Perubahan pergerakan ion-ion ini melalui kanal menimbulkan efek yang berkelanjutan pada sel pascasinaptik.

-          Reseptor Hormon yang Terkait-Protein G

Beberapa hormon mengaktivasi reseptor yang secara tidak langsung mengatur aktivitas protein target (misalnya enzim atau kanal ion) dengan cara terangkai pada kelompok protein membran sel yang disebut protein pengikat-GTP heterotrimetrik (protein G). Resetor ini mempunyai tujuh segmen transmembran yang melengkung ke dalam dan keluar membran sel. Sebagian reseptor yang menonjol ke dalam sitoplasma sel terangkai pada protein G. Ketika hormon terikat pada bagian ekstrasel reseptor, terjadi perubahan bentuk di reseptor yang mengaktifkan protein G dan menginduksi sinyal intrasel yang dapat (1) membuka atau menutup kanal ion membran sel atau (2) mengubah aktivitas enzim dalam sitoplasma sel.

-          Reseptor Hormon Terkait-Enzim

Merupakan protein yang hanya menembus membran satu kali, berbeda dengan reseptor terkait  protein G transmembran dengan tujuh segmen. Reseptor terkait-enzim memiliki tempat pengikatan hormonnya di luar membran sel dan tempat katalisis atau aktivitas enzimnya di bagian dalam. Bila hormon terikat pada bagian ekstrasel dari reseptor, enzim yang terletak tepat di bawah membran sel akan diaktifkan (atau kadang-kadang dinonaktifkan).

b.      Mekanisme perantara caraka kedua dalam fungsi hormonal intrasel

Salah satu cara hormon untuk melakukan pekerjaannya di dalam sel adalah dengan merangsang pembentukan caraka kedua cAMP di dalam membran sel. cAMP selanjutnya menimbulkan efek hormon di intrasel. Jadi, satu-satunya efek yang ditimbulkan hormon terhadap sel adalah mengaktivasi satu jenis reseptor membran, sedangkan caraka kedua mengerjakan sisanya.

cAMP bukan satu-satunya caraka kedua yang digunakan berbagai hormon. Dua macam caraka kedua lain yang juga penting adalah (1) ion kalsium dan kalmodulin yang terkait serta (2) hasil pemecahan fosfolipid membran.

-          Sistem caraka kedua cAMP-adenilil siklase

Pengikatan hormon dengan reseptor memungkinkan terangkainya reseptor pada sebuah protein G. Jika protein G merangsang sistem cAMP-adenilil siklase, protein G tersebut disebut protein G stimulator. Perangsangan adenilil siklase, suatu enzim yang terikat pada membran, oleh protein G akan mengatalisis konversi sejumlah kecil adenosin trifosfat (ATP) sitoplasma menjadi cAMP di dalam sel. Hal ini selanjutnya mengaktivasi protein kinase yang bergantung pada cAMP, yang memfosforilasikan protein spesifik di sel, dan memicu berbagai reaksi biokimia yang akhirnya berakibat timbulnya respons sel terhadap hormon.

-          Sistem caraka kedua fosfolipid membran sel

Sejumlah hormon mengaktifkan reseptor transmembran yang mengaktivasi enzim fosfolipase C yang melekat pada tonjolan reseptor di bagian dalam. Enzim ini mengatalisis pemecahan sejumlah fosfolipid di membran sel, terutama fosfatidilinositol bifosfat, menjadi dua produk caraka kedua yang berbeda: inositol trifosfat dan diasilgliserol. Inositol trifosfat memobilisasi ion kalsium dari mitokondria dan retikulum endoplasma, dan ion kalsium kemudian memiliki efek caraka keduanya sendiri, seperti kontraksi otot polos dan mengubah sekresi sel. Diasilgliserol mengaktifkan enzim protein kinase C, yang kemudian memfosforilasikan sejumlah besar protein, yang berakibat timbulnya respons sel. Selain efek-efek tersebut, bagian lipid dari diasilgliserol adalah asam arakidonat, yang merupakan prekursor prostaglandin dan hormon lokal lainnya yang menimbulkan berbagai efek di seluruh jaringan tubuh.

-          Sistem caraka kedua kalsium-kalmodulin

Pemasukan kalsium dapat diinisiasi oleh (1) perubahan potensial membran yang dapat membuka kanal kalsium atau (2) hormon yang berinteraksi dengan reseptor membran yang membuka kanal kalsium. Saat memasuki sel, ion kalsium berikatan dengan protein kalmodulin. Protein ini memiliki empat tempat pengikatan kalsium, dan bila tiga atau empat tempat ini telah terikat dengan kalsium, kalmodulin berubah bentuk dan menginisiasi berbagai efek di dalam sel, yang meliputi aktivasi atau inhibisi protein kinase. Melalui fosforilasi, aktivasi protein kinase yang bergantung pada kalmodulin menyebabkan aktivasi atau inhibisi protein yang terlibat dalam respons sel terhadap hormon.

Referensi :
 Guyton A.C. and J.E. Hall 2007. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi 9. Jakarta: EGC.