Minggu, 03 September 2017

Abhimanyu, Putra Sang Arjuna (1)

Abhimanyu versi StarPlus, ganteng kan?

Mungkin nggak semua tau Abhimanyu ya, atau aku doang nih yang awalnya kagak ngarti sama sekali sama ini bocah? wkwk :D. Ya cuma sekedar pernah denger atau baca namanya aja gitu dulu pas pelajaran Bahasa Jawa, kagak ngarti anaknya siapa, orangnya kaya apa, keahliannya apa dan lain-lainnya. Aku juga nggak terlalu tertarik sih sama tokoh satu ini. Soalnya, kan emang aku rasa di pelajaran Bahasa Jawa itu kayaknya cuma Pandawa sentris ya (ceileh bahasanya), atau aku nih yang nggak terlalu tertarik sama cerita wayang jadinya cuma tau tokoh itu itu aja? Tapi anehnya aku suka tuh sama cerita wayang, dan pengetahuanku tentang wayang selama sekolah diantaranya bahwa Pandawa itu ada 5 personil yang terdiri dari Puntadewa raja Ngamarta (punya jamus kalimasada, dia biajksana orangnya, kakak tertua Pandawa), Werkudara aka Bima satria Pringgodani (punya kuku sakti namanya pancanaka, paling kuat, paling gedhe badannya), Janaka/Arjuna/Permadi satria Madukara (pinter memanah, ganteng tapi playboy, :D), Nakula satria Bumiretawu, dan Sadewa satria Sawojajar. Bokapnya Pandawa yaitu Prabu Pandudewanata, sedangkan ibu mereka yaitu Dewi Kunthi (ibunya Puntadewa, Werkudara, Janaka) dan Dewi Madrim (ibunya Nakula dan Sadewa). Terus ada Gathotkaca yang aku nggak tau asal-usulnya pokoknya dia tuh bisa terbang, punya otot kawat tulang besi, dah gitu aja wkwk. Itu untuk genk protagonisnya ya. Kalo di rombongan antagonis ada Prabu Destrarastra dan Dewi Gendari yang punya anak seratus (ebusyeett banyak amit) yang dinamakan Kurawa. Yang tertua namanya Duryudana, terus ada Dursasana, dan ada yang cewe namanya Dursilawati yang merupakan satu-satunya cewek di persatuan Kurawa squad (maafkan bahasaku yang ancur ya). Dah itu doang yang aku tau. Oiya, pokoknya Kurawa itu jahat. Dah titik. Gimana menurut kalian? Parah banget nggak? Tapi serius aku suka sama cerita wayang. Itu yang tentang Mahabharata ya, kalo Ramayana beda lagi dan aku nggak mau bahas disini.
Dulu, aku paling suka sama sosok Werkudara aka Bima. Kenapa? Karena menurutku dia perkasa banget. Tinggi besar kuat. Plus dia punya kuku pancanaka yang konon katanya sangat tajam. Keren abis dah pokoknya. Selain itu, aku paling sinis sama Janaka aka Arjuna. Kenapa? Ya jelas karena dia playboy. Plus waktu itu kan aku kenalnya dalam bentuk wayang ya, jadi aku nggak tau gantengnya dia kayak apa. Pokoknya dia playboy dan aku nggak suka sama playboy. Plus, kadang ada orang yang bilang kalo Janaka itu kaya banci karena suaranya yang lembut. Duh, jadi makin ilfil aku. Tapi eh ternyata, setelah aku nonton Mahabharata versi Starplus, ya kalian semua pasti tau lah ya, karma masih berlaku ternyata gaesss. Aku jatuh cinta sejatuh-jatuhnya sama Arjuna. Ganteng, pinter, sakti, baik, dan mungkin karena Mahabharata versi Starplus rada-rada termasuk aliran Arjuna sentris jadi aku tambah ngefans sama Arjuna yang di film itu sangat berpengaruh dan memang jadi kuncinya Pandawa. Eh kok malah bahas Arjuna? Oke back to topik
 
Bokapnya aja ganteng gini pantes aja anaknya nggak kalah kece wkwk
Singkat kata setelah aku nonton Mahabharata versi Starplus, jrengggg….aku juga jatuh cinta sama Abhimanyu. Kenapa? Dia ganteng bokkk… dan yang paling penting, dia nasibnya bisa dibilang tragis lah untuk ukuran orang-orang ganteng (gubrag!!). Yah, Abhimanyu gugur di perang Baratayudha di usia yang masih muda (ada yang bilang baru umur 16 tahun). Aku cerita yang versi Starplus aja ya, soalnya kan emang Mahabharata banyak versinya kan, dan aku lagi menikmati yang versi Starplus. Kenapa aku suka plus simpati sama Abhimanyu? Berikut beberapa asalannya…

Kamis, 09 Februari 2017

PENGANTAR ENDOKRINOLOGI


 
Berbagai aktivitas sel, jaringan, dan organ tubuh dikoordinasikan oleh hubungan timbal balik beberapa jenis sistem caraka kimia :

1.      Neurotransmitter dilepaskan oleh ujung akson saraf ke dalam taut sinaps dan bekerja setempat untuk mengatur fungsi sel saraf.

2.      Hormon endokrin dilepaskan oleh sel kelenjar atau sel khusus ke dalam sirkulasi dan memengaruhi fungsi sel target di tempat lain di tubuh.

3.      Hormon neuroendokrin disekresikan oleh sel neuron ke dalam sirkulasi darah dan memengaruhi fungsi sel target di tempat lain di tubuh.

4.      Parakrin disekresikan oleh sel ke dalam cairan ekstraseluler dan memengaruhi sel target tetangga dengan jenis yang berbeda.

5.      Autokrin disekresikan sel ke dalam cairan ekstraseluler dan memengarui fungsi sel yang sama yang menghasilkan zat tersebut.

6.      Sitokin merupakan peptida yang disekresikan sel ke dalam cairan ekstraseluler dan dapat bertindak sebagai autokrin, parakrin, atau hormon endokrin.

Penggolongan hormon

Tiga golongan umum hormon sebagai berikut :

1.      Protein dan polipeptida (contoh: TRH,CRH,GHRH, GnRH, GH,TSH, ACTH, Prolaktin, FSH, LH, ADH,Oksitosin, Kalsitonin,Insulin, Glukagon, PTH, HCG, somatomammotropin, Renin, dsb )

2.      Steroid (contoh: kortisol, aldosteron, testorsteron, estrogen, progesteron)

3.      Turunan asam amino tirosin (contoh: tiroksin, triiodotironin, epinefrin, norepinefrin)

Sintesis dan sekresi hormon

Sintesis dan sekresi hormon peptida:

1.      Terjadi proses transkripsi DNA menjadi mRNA. mRNA yang telah terbentuk kemudian keluar dari dalam nukleus menuju sitoplasma.

2.      Di bagian kasar Retikulum Endoplasma, terjadi proses translasi mRNA tersebut menjadi protein atau peptida dengan bantuan ribosom. Pada keadaan ini, hormon masih berupa protein besar yang tidak memiliki aktivitas biologis (pra-hormon)  dan dipecah untuk membentuk prohormon yang lebih kecil di Retikulum Endoplasma.

3.      Prohormon tersebut kemudian ditransfer ke aparatus Golgi untuk dikemas dalam vesikel sekretoris. Saat proses pengemasan tersebut berlangsung, enzim-enzim di dalam vesikel akan memecah prohormon menjadi hormon.

4.      Vesikel tersebut disimpan di sitoplasma (banyak yang terikat pada membran sel). Pada banyak keadaan, sekresi hormon dipengaruhi oleh peningkatan konsentrasi kalsium sitosol akibat depolarisasi membran plasma atau pada keadaan lain rangsang reseptor permukaan sel endokrin menimbulkan peningkatan adenosin monofosfat siklik (cAMP) diikuti aktivasi protein kinase yang memulai terjadinya sekresi hormon.

Berbeda dengan hormon peptida, hormon steroid biasanya disintesis dari kolesterol dan tidak dismpan. Struktur kimia hormon steroid sama dengan kolesterol, dan pada sebagian besar keadaan, hormon tersebut disintesis dari kolesterol itu sendiri. Meskipun sel endokrin penghasil steroid memiliki sedikit simpanan hormon steroid, sejumlah besar simpanan ester kolesterol dalam vakuola sitoplasma dapat dimobilisasi secara cepat untuk sintesis steroid setelah adanya rangsang. Oleh karena steroid sangat larut dalam lemak, begitu disintesis, steroid akan berdifusi dengan mudah melalui membran sel dan memasuki cairan interstitial, kemudian akan masuk ke dalam darah.

Sedangkan hormon amin (berasal dari tirosin), yaitu hormon tiroid dan hormon medula adrenal, dibentuk oleh kerja enzim di kompartemen sitoplasma sel kelenjar. Hormon tiroid disintesis dan disimpan di kelenjar tiroid serta terikat pada makromolekul protein tiroglobulin yang disimpan di folikel besar di dalam kelenjar tiroid. Sekresi hormon terjadi ketika hormon tersebut terlepas dari tiroglobulin dan masuk ke dalam aliran darah. Pada aliran darah, sebagian besar hormon amin akan bergabung dengan protein plasma, terutama globulin pengikat tiroksin, yang melepas hormon tersebut perlahan-lahan ke jaringan target. Epinefrin disekresi empat kali lebih banyak dari norepinefrin di medula adrenal. Hormon tersebut lalu ditangkap oleh vesikel prabentuk dan disimpan sampai hormon tersebut disekresikan.

Onset dan lama kerja hormon

Setiap jenis hormon memiliki karakteristik onset dan lama kerja masing-masing. Beberapa hormon, seperti epinefrin dan norepinefrin, disekresi dalam waktu beberapa detik setelah kelenjar dirangsang, dan bekerja penuh dalam waktu beberapa detik sampai menit. Hormon lainnya, seperti growth hormone atau tiroksin, dapat membutuhkan waktu berbulan-bulan agar dapat bekerja penuh. Konsentrasi hormon dalam darah berkisar 1 pikogram sampai beberapa mikrogram per milimeter darah. Kecepatan sekresinya juga sangat kecil, yaitu biasanya terukur dalam beberapa mikrogram atau miligram per hari.

Pengaturan sekresi hormon

Pengaturan sekresi hormon memiliki mekanisme umpan balik negatif. Yaitu, ketika sejumlah hormon telah dilepaskan akibat suatu rangsang, maka hormon tersebut akan cenderung menekan produksi hormon tersebut lebih lanjut untuk mencegah berlebihnya sekresi atau aktivitas hormon tersebut di jaringan target. Variabel kontrol kadang-kadang bukanlah berupada kecepatan sekresi hormon itu sendiri, tetapi derajat aktivitas pada jaringan target. Oleh karena itu, sinyal umpan balik ke kelenjar endokrin akan menjadi cukup kuat untuk memperlambat sekresi hormon lebih lanjut hanya jika aktivitas jaringan target meningkat ke level yang sesuai. Penghambatan ini dapat terjadi di semua tingkat, yang meliputi tahapan transkripsi dan translasi gen, pengolahan hormon, atau pelepasan simpanan hormon.

Disisi lain, lonjakan hormon dapat pula terjadi karena umpan balik positif. Contohnya ketika lonjakan LH akibat efek perangsangan estrogen sebelum ovulasi. LH yang disekresi merangsang sekresi estrogen tambahan yang selanjutnya akan menimbulkan sekresi LH lebih banyak lagi. Pada akhirnya, LH mencapai konsentrasi yang sesuai, dna pengaturan umpan balik negatif sekresi hormon pun terjadi.

Transpor hormon

Hormon larut air (peptida dan katekolamin) terlarut dalam plasma, sedangkan hormon steroid dan tiroid beredar dalam darah terutama dalam bentuk ikatan dengan protein plasma. Biasanya, kurang dari 10% hormon tiroid atau steroid terdapat dalam bentuk bebas dalam darah.

Bersihan hormon dari darah

Hormon dibersihkan dari plasma melalui beberapa cara, yaitu penghancuran metabolik oleh jaringan, pengikatan hormon pada jaringan ekskresi oleh hati ke dalam empedu, dan ekskresi oleh ginjal ke dalam urine.

Mekanisme kerja hormon

Reseptor hormon merupakan protein berukuran besar, dan setiap sel yang dirangsang biasanya memiliki sekitar 2.000 sampai 100.000 reseptor. Jumlah reseptor ini tidak konstan, pada waktu tertentu beberapa reseptor dihancurkan, dan pada waktu lain resetor tersebut dibentuk kembali. Down-regulation reseptor ini dapat terjadi sebagai akibat dari inaktivasi sejumlah molekul reseptor, inaktivasi sejumlah molekul sinyal protein intrasel, destruksi reseptor oleh lisosom setelah reseptor tersebut masuk ke dalamnya, maupun sekuesterasi reseptor untuk sementara waktu ke dalam sel yang jauh dari tempat kerja hormon yang berinteraksi dengan reseptor membran sel. Sejumlah hormon menimbulkan up-regulation reseptor dan protein pemberi sinyal intrasel, yaitu hormon perangsang memacu pembentukan reseptor atau molekul sinyal intrasel oleh perangkat pembentukan protein sel target dalam jumlah yang melebihi normal, atau lebih banyak ketersediaan reseptor untuk berinteraksi dengan hormon. Bila hal tersebut terjadi, jaringan target akan menjadi semakin sensitif terhadap efek stimulasi hormon terkait.

Reseptor hormon bisa terdapat di membran sel (sebagian besar spesifik untuk protein, peptida, dan hormon katekolamin), sitoplasma (reseptor utama hormon steroid), atau di dalam nukelus (reseptor hormon tiroid dijumpai di nukleus dan lokasinya diyakini berhubungan erat dengan satu atau lebih kromosom).

a.       Penghantaran sinyal intrasel setelah aktivasi reseptor hormon

Suatu hormon memengaruhi jaringan targetnya dengan membentuk kompleks reseptor-hormon. Hal ini mengubah fungsi reseptor itu sendiri, dan reseptor yang teraktivasi akan mengawali terjadinya efek hormonal.

-          Reseptor Terkait-Kanal Ion

Ketika zat-zat neurotransmitter seperti asetilkolin dan norepinefrin bergabung dengan reseptornya, reseptor tersebut akan membuka atau menutup suatu kanal untuk satu ion atau lebih. Sebagian reseptor terkait-kanal ion ini membuka (atau menutup) kanal untuk ion natrium , sebagian lagi untuk ion kalium, sebagian lagi untuk ion kalsium dan seterusnya. Perubahan pergerakan ion-ion ini melalui kanal menimbulkan efek yang berkelanjutan pada sel pascasinaptik.

-          Reseptor Hormon yang Terkait-Protein G

Beberapa hormon mengaktivasi reseptor yang secara tidak langsung mengatur aktivitas protein target (misalnya enzim atau kanal ion) dengan cara terangkai pada kelompok protein membran sel yang disebut protein pengikat-GTP heterotrimetrik (protein G). Resetor ini mempunyai tujuh segmen transmembran yang melengkung ke dalam dan keluar membran sel. Sebagian reseptor yang menonjol ke dalam sitoplasma sel terangkai pada protein G. Ketika hormon terikat pada bagian ekstrasel reseptor, terjadi perubahan bentuk di reseptor yang mengaktifkan protein G dan menginduksi sinyal intrasel yang dapat (1) membuka atau menutup kanal ion membran sel atau (2) mengubah aktivitas enzim dalam sitoplasma sel.

-          Reseptor Hormon Terkait-Enzim

Merupakan protein yang hanya menembus membran satu kali, berbeda dengan reseptor terkait  protein G transmembran dengan tujuh segmen. Reseptor terkait-enzim memiliki tempat pengikatan hormonnya di luar membran sel dan tempat katalisis atau aktivitas enzimnya di bagian dalam. Bila hormon terikat pada bagian ekstrasel dari reseptor, enzim yang terletak tepat di bawah membran sel akan diaktifkan (atau kadang-kadang dinonaktifkan).

b.      Mekanisme perantara caraka kedua dalam fungsi hormonal intrasel

Salah satu cara hormon untuk melakukan pekerjaannya di dalam sel adalah dengan merangsang pembentukan caraka kedua cAMP di dalam membran sel. cAMP selanjutnya menimbulkan efek hormon di intrasel. Jadi, satu-satunya efek yang ditimbulkan hormon terhadap sel adalah mengaktivasi satu jenis reseptor membran, sedangkan caraka kedua mengerjakan sisanya.

cAMP bukan satu-satunya caraka kedua yang digunakan berbagai hormon. Dua macam caraka kedua lain yang juga penting adalah (1) ion kalsium dan kalmodulin yang terkait serta (2) hasil pemecahan fosfolipid membran.

-          Sistem caraka kedua cAMP-adenilil siklase

Pengikatan hormon dengan reseptor memungkinkan terangkainya reseptor pada sebuah protein G. Jika protein G merangsang sistem cAMP-adenilil siklase, protein G tersebut disebut protein G stimulator. Perangsangan adenilil siklase, suatu enzim yang terikat pada membran, oleh protein G akan mengatalisis konversi sejumlah kecil adenosin trifosfat (ATP) sitoplasma menjadi cAMP di dalam sel. Hal ini selanjutnya mengaktivasi protein kinase yang bergantung pada cAMP, yang memfosforilasikan protein spesifik di sel, dan memicu berbagai reaksi biokimia yang akhirnya berakibat timbulnya respons sel terhadap hormon.

-          Sistem caraka kedua fosfolipid membran sel

Sejumlah hormon mengaktifkan reseptor transmembran yang mengaktivasi enzim fosfolipase C yang melekat pada tonjolan reseptor di bagian dalam. Enzim ini mengatalisis pemecahan sejumlah fosfolipid di membran sel, terutama fosfatidilinositol bifosfat, menjadi dua produk caraka kedua yang berbeda: inositol trifosfat dan diasilgliserol. Inositol trifosfat memobilisasi ion kalsium dari mitokondria dan retikulum endoplasma, dan ion kalsium kemudian memiliki efek caraka keduanya sendiri, seperti kontraksi otot polos dan mengubah sekresi sel. Diasilgliserol mengaktifkan enzim protein kinase C, yang kemudian memfosforilasikan sejumlah besar protein, yang berakibat timbulnya respons sel. Selain efek-efek tersebut, bagian lipid dari diasilgliserol adalah asam arakidonat, yang merupakan prekursor prostaglandin dan hormon lokal lainnya yang menimbulkan berbagai efek di seluruh jaringan tubuh.

-          Sistem caraka kedua kalsium-kalmodulin

Pemasukan kalsium dapat diinisiasi oleh (1) perubahan potensial membran yang dapat membuka kanal kalsium atau (2) hormon yang berinteraksi dengan reseptor membran yang membuka kanal kalsium. Saat memasuki sel, ion kalsium berikatan dengan protein kalmodulin. Protein ini memiliki empat tempat pengikatan kalsium, dan bila tiga atau empat tempat ini telah terikat dengan kalsium, kalmodulin berubah bentuk dan menginisiasi berbagai efek di dalam sel, yang meliputi aktivasi atau inhibisi protein kinase. Melalui fosforilasi, aktivasi protein kinase yang bergantung pada kalmodulin menyebabkan aktivasi atau inhibisi protein yang terlibat dalam respons sel terhadap hormon.

Referensi :
 Guyton A.C. and J.E. Hall 2007. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi 9. Jakarta: EGC.

Minggu, 14 Agustus 2016

Sore Tugu Pancoran, Ketika Pelajaran Datang dari Siapa Saja



Sore Tugu Pancoran
Si Budi kecil kuyup menggigil
Menahan dingin tanpa jas hujan
Di simpang jalan Tugu Pancoran
Tunggu pembeli jajakan koran

Menjelang maghrib hujan tak reda
Si budi murung menghitung laba
Surat kabar sore dijual malam
Selepas isya melangkah pulang

Anak sekecil itu berkelahi dengan waktu
Demi satu impian yang  kerap ganggu tidurmu
Anak sekecil itu tak sempat nikmati waktu
Dipaksa pecahkan karang lemah jarimu terkepal

Cepat langkah waktu pagi menunggu
Si Budi sibuk siapkan buku
Tugas dari sekolah selesai setengah
Sanggupkah Si Budi diam di dua sisi

Familiarkah lirik tersebut di ingatan kalian? Ya, ini adalah lagunya Bang Iwan Fals yang berjudul Sore Tugu Pancoran. Percaya nggak percaya, aku baru tau lagu ini..hihi. Mungkin kalian mikir aku ketinggalan jaman banget ya, tapi beneran deh aku baru denger. Dan eng ing eng, aku langsung jatuh hati sama lagu ini. Liriknya ngena banget. Aku sampe bayangin lho padahal aku belum pernah ke Tugu Pancoran.
Dan fyi lagu ini bukan satu satunya lagunya Bang Iwan yang aku suka. Banyak banget lagunya Bang Iwan yang klik banget di hati. Tapi kali ini aku mau cerita tentang lagu ini. Ya, cerita, sekedar cerita, tentang efek lagu ini buat aku. Lebay? Hihihi percaya deh lebih banyak yang lebih lebay dari ini.
Awalnya, aku iseng aja buka youtube cari lagunya Bang Iwan yang Bento. Aku juga suka tuh lagunya. Setelah Bento selesei diputer,terus aku iseng buka lagu ini, karna aku pikir lagu apaan nih kok sore tugu pancoran. Emang Patung Pancorannya kenapa?#plak
Begitu di dengerin, intronya enak banget, tenang, apa adanya, sederhana, dan begitu mulai nyanyi, nyess...feelingku yakin aku bakal nangis nih...dan beneran, berapa detik kemudian mataku panas, pandangan kabur. Yahh Bang Iwan, mewek dah guwa...
Mungkin banyak disekitar kita yang mengalami kondisi seperti yang tergambar di lagu tersebut. Aku yang ga peka. Aku yang cuek. Dan lagu ini seakan menyadarkanku, membuka mataku kalo ini lho gambaran kehidupan mereka yang belum tentu bisa kamu hadapi. Begitu lirik mulai dinyanyikan, aku mulai membayangkan apa yang coba Bang Iwan sampaikan di lagu ini...
Si Budi kecil kuyup menggigil. Yang ada dibayanganku saat itu seorang anak laki laki kecil, dengan baju lusuh kebesaran berwarna biru. Kulit yang coklat terbakar, wajah yang tertutup debu dan asap knalpot.
Menahan dingin tanpa jas hujan. Cuacanya hujan, anak itu sampe bibirnya pucat gemetaran tetapi dengan pandangan yang biasa saja seolah hal itu sudah biasa dia rasakan. Tanpa jas hujan pun dia tak masalah.
Di simpang jalan Tugu Pancoran. Bocah itu berada di pinggir jalan, sendirian diantara banyak kendaraan berlalu lalang, diantara banyak orang, keluarga, pasangan yang lewat di depannya.
Tunggu pembeli jajakan koran. Ya, dia adalah sang penjual koran, yang sering kita lihat di jalan, yang mungkin kerap kita abaikan.
Menjelang maghrb hujan tak reda. Matahari telah lelah bertengger di cakrawala, tetapi bocah kecil itu belum menyerah, waktunya belum usai. Meskipun hujan belum juga reda, tetapi dia yakin ada pembeli yang akan datang membeli dagangannya. Biarlah hujan yang menemaninya, menggantikan matahari yang lebih dulu pamit.
Si budi murung menghitung laba. Sembari menunggu, ia menghitung penghasilannya hari ini, rupiah demi rupiah, receh demi receh, dan lembaran uang kertas ribuan yang lusuh. Berapa untungnya, atau malah kerugiannya hari ini. Ya, saat hujan orang-orang memang jarang yang membeli koran. Dan hari ini hujan datang, tak banyak yang bisa dia lakukan.
Surat kabar sore dijual malam. Tetapi dia tak menyerah begitu saja pada keadaan, dia tetap menjajakan korannya. Budi yang malang tetap berusaha.
Selepas isya melangkah pulang. Setelah adzan isya berkumandang, saatnya bagi dia pulang ke rumah Kembali ke pelukan keluarganya. Makan dengan lahapnya setelah seharian bekerja, tentunya dengan menu sederhana ala kadarnya.

Anak sekecil itu berkelahi dengan waktu. Bocah itu masih kecil, semua orang tau itu. Tetapi mereka tak tahu betapa berat kehidupannya, seberapa kuat perjuangannya, seberapa kokoh keteguhannya, dan seberapa suci harapan dan impiannya.
Demi satu impian yang  kerap ganggu tidurmu. Lirik ini yang paling nampar aku. Beneran, aku nyes banget denger kalimat ini. Seakan aku itu pemalas, nggak tau diuntung, dan yang jelas kurang bersyukur. Aku yang awam ini sih sebenarnya nggak tau lirik ini maksud bang iwan apa, tetapi saat denger pertama kali, aku ngrasa maksudnya sekolah. Satu impian, dia ingin sekolah, ingin tetap sekolah. Yang kerap ganggu tidurmu. Kita umumnya males banget kan waktu bangun pagi. Rasanya ini kepala pingin nempel terus sama bantal. Berat banget nih mata buat melek, apalagi nggerakin badan. ‘Duh, masuknya pagi amat sih, aturan masuk jam 10 aja biar gue bisa tidur lebih lama. Ah, kapan sih hari minggunya, masih pingin tidur nih’ Sekolah, yang sering kita sambut dengan muka masam saat ibu kita membangunkan dan mengingatkan kita. Ternyata itu yang mati-matian dia perjuangkan. Sekolah, yang buat dia berdiri seharian di pinggir jalan menawarkan koran, menghadapi panas menahan haus dan lapar. Dan yang paling miris, menghadapi sikap acuh dan tidak dihiraukan oleh orang orang yang dia tawari dengan senyum dan harapan yang terselip di hatinya.
Anak sekecil itu tak sempat nikmati waktu. Disaat anak anak yang lain bermain, bersenang senang, bermanja manja dengan orang tua, dia, Budi, si bocah penjual koran, harus merelakan masa kecilnya untuk bekerja. Jujur gue nggak bisa bayangin apa yang ada dipikirannya. Pernah nggak sih dia iri dengan teman-temannya? Pernah nggak dia menyesalkan kehidupannya yang seperti itu? Dan pernah nggak sih dia merasa Tuhan itu nggak adil? Ya Allah, ampuni hambamu ini. Aku benar benar merasa bodoh, merasa lembek, merasa nggak berguna, merasa malu sendiri membayangkan saat aku dengan pongahnya mengeluh pada Tuhan bahwa aku cape, aku nggak kuat, aku ingin kaya gini, ingin kaya gitu, seenak jidat gue.
Dipaksa pecahkan karang lemah jarimu terkepal. Kehidupan memang begitu keras mendidik bocah itu, tak peduli tangannya yang kecil dan lemah, tak pandang tenaganya yang pas-pasan. Sehingga kerap dia hanya memandang kosong kedua tangannya yang bergetar lelah ingin diistirahatkan.
Cepat langkah waktu pagi menunggu. Seolah tak cukup berat, pagi dengan cepat merangkak. Matahari kebali bersinar dengan cerhanya setelah semalaman beristirahat.
Si Budi sibuk siapkan buku. Dan waktunya Budi untuk bersekolah. Dia semangat menyiapkan bukunya. Memakai seragam sekolahnya yang lusuh. Memakai sepatu yang tak kalah lusuh, yang dia beli bertahun tahun yang lalu, di pasar loak.
Tugas dari sekolah selesai setengah. Inilah yang menyedihkan, dia tak bisa menyelesaikan tugasnya. Aku berpikir, aku saja yang diberi kebebasan dari siag sampai malam untuk mengerjakan tugas sering tuh akhinya cuma selesei setengah, atau malah sama sekali ngga tersentuh. Alasannya klise, malas. M A L A S.
Sanggupkah Si Budi diam di dua sisi. Aku bertanya-tanya, kira-kira sanggup nggak ya Budi terus bersekolah, sekaligus bekerja seperti itu... Cape, pusing, mendingan  juga kerja. Duit sekoahnya bisa buat jajan, waktu buat jualan juga jadi lebih banyak. Mungkin itu yang aku pikirin aku aku berada di posisi Budi. Anak yang lembek dan bodoh yang cuma cari enaknya aja. Ya, aku mungkin seperti itu.

Intinya, Bang Iwan sukses menyadarkan aku bahwa kehidupan ini keras. Kita yang masih bergantung pada orang tua mungkin belum benar-benar merasakannya. Tapi lihatlah mereka, yang sedari kecil sudah merasakan sulitnya mencari uang, pasti lebih paham akan arti kehidupan. Kita yang saat ini hanya bisa menghamburkankan uang, patut menimba pelajaran dari si Budi kecil ini. Memang pelajaran hidup itu bisa di dapatkan dari siapa saja, dan kali ini, hal itu aku dapatkan dari seorang anak kecil penjual koran, lewat lagu dari Bang Iwan Fals ini.

Selasa, 10 November 2015

Harry Potter, awalnya nolak, akhirnya kalah telak

Awalnya gw sama sekali nggak tertarik sama film satu ini. Udah ditawarin berkali-kali sama temen tapi gw tangkis dengan sejuta alesan, ya ngeles gitu lah ceritanya. Kenapa? Karna gw denger film itu bercerita tentang penyihir. Penyihir bro!! Itu ngayal banget dan gw yang saat itu sedang berada dalam kondisi alay yang sukanya nonton film thailand (bukan korea lho ya, gw buta korea) terutama First Love ya jelas geleng-geleng lah disuruh nonton film penyihir. Tapi karna temen gw ngotot pingin gw nonton, ya udah deh gw ngopi tuh film ke dia, tapiiii...gw bertekad nggak akan nonton tuh film. Hahaha.... ya niatnya cuma biar bikin temen gw berhenti nyuruh gw nonton Harry Potter, soalnya udah kaya sales film aja tuh anak, kan gw lama-lama bete juga kan. Ya udah akhirnya ngopilah gw dan berharap dia bakalan puas ngliat hasil usahanya berbuah manis.

Eh besoknya....nggak disangka-sangka... dia nanyain tuh film ke gw. MATILAH!! Orang gw tonton juga enggak! Gw bilang aja gw kemaren lupa mau nonton, ntar siang deh gw tonton. Dan untuk mengantisipasi kejadian seperti tadi, akhirnya siang itu gw nonton tuh film dengan males-malesan dan nyumpah-nyumpah cantik gegara ternyata itu filmnya nggak cuma satu, tapi tujuh!!

Dengan sabar gw nonton tuh film, tapi gw nggak  fokus dan di cepet-cepetin biar cepet selesei. Target gw seenggaknya gw tau tokoh-tokohnya sama sedikit jalan ceritanya. Tapi mustahil tau jalan ceritaya kalo gw nonton ketujuh fil itu cuma dalam waktu lima belas menit! Sumpah parah banget...

Besoknya temen gw nanya lagi guys gw udah nonton apa belum, terus gw jawab udah (emang udah kan), dan dia cerita bagian favoritnya dia. Ya udah nggak ada hal lain yan bisa gw lakuin selain duduk manis dengan memasang muka setertarik mungkin mendengarkan dia bercerita. Tak lupa gw mengangguk-anggukkan kepala sebagai tanda kalo gw setuju atau mengerti. Taraaa.. pada hari itu gw sukses terbebas dari interogasi dia mengenai film Harry Potter. Akhirnya....

Beberapa minggu kemudian, tepatnya hari sabtu, tapi gw lupa tanggal berapa, gw memutuskan untuk nggak pulang kampung. Alesannya...gw juga lupa, itu dah tiga taun yang lalu guys, jadi ya wajar dong kalo gw udah lupa. Intinya gw bosen banget di kamar kost karna nggak ada kerjaan, mau nonton film tapi nggak ada stok film baru. Setelah beruling-guling ria merapati nasib, akhirnya gw teringat sama film Harry Potter yang kalo dibilang belum nonton, gw udah nonton. Dibilang udah nonton, gimana bisa orang gw nggak ngerti sama sekali itu fimnya gimana. Ya udah deh akhirnya dengan males-males dan berharap film ini bakalan bagus, gw mencoba untuk menonton guys. Dan kalian tau apa yang terjadi kemudian? Gw ketagihan..bener-bener ketagiahn...Sampe gw download semua novelnya. Kalian tau kan novel Hary Potter itu tebelnya kaya apa, buat mukul orang langsung kritis kayaknya. Dan gw baca novel-novel itu di laptop dalam bentuk pdf! Kebayang nggak tuh tambahan minus mata gw akibat perbuatan tidak senonoh bijaksana itu. Tapi ya nggak gw baca kata-per kata juga kalee...emang gw kerjaannya cuma baca novel, gw pelajar yang ngekost, udah pastilah kerjaan banyak baik itu kerjaan sekolah maupun kerjaan rumah.

Ternyata novelnya lebih bagus guys, lebih lengkap (ya iyalah). Disitu dijelasin banyak hal yang di filmnya nggak dijelasin. Tentang latar belakang keluarganya Snape, alasan kenapa dia pake baju aneh, tentang persahabatan Snape-Lily, dan yang di bagian akhir itu lho, yang Harry dateng ke Pensieve terus nuang air matanya Snape, disitu gw bener-bener baper, sumpah ya si Snape ini bener-bener cinta sama Lily. Dia itu pengorbanannya besar banget. Udah nggak ndapetin cintanya, suruh jaga anaknya, dan yang paling nyesss...dia mau ngelakuin itu semua..semua... karna dia cinta sama Lily dan sampe belasan tahun pun rasa itu masih tetap sama, bahkan sampe dia mati pun, di saat-saat terakhirnya, dia minta Harry natap dia, karna apa? Karna matanya Harry itu sama kaya matanya Lily. Disitu gw pikir, sebegitu dalemnya kah cintanya ke Lily? Kalo orang jaman sekarang suruh njaga Harry mungkin malah dibunuh. Tapi Snape mau njaga dia..dan mempertaruhkan jiwanya untuk Harry. Itu beneran bikin gw ngerasa si Lily itu beruntung banget bisa dicintai dengan sebegitu dalemnya, dan gw pikir Lily harus wajib ‘ain berterimakasih atas semua itu. Dan kalian tau kenapa gw bisa jatuh cinta sama novel Harry Potter? Karena itu novel jalan ceritanya keren abis...

Di film itu pertama kalinya gw liat gambaran orang yang mendedikasikan hidupnya untuk kebaikan orang lain, tanpa peduli dia hidupnya bahagia atau enggak, tanpa peduli orang itu menghargai dirinya atau nggak, dan tanpa peduli apakah dia akan mendapat balasannya atau enggak. Dia totalitas mengabdi untuk Hogwart, dan terlebih...untuk Lily. Kenapa gw seolah melebih-lebihkan Snape banget? Karna gw ngerasa ketipu, karna awalnya gw sebel banget sama dia, sebel karna dia dingin, galak lagi sama Harry. Tapi ternyata setelah gw tau akar seluk beluknya, gw langsung nangis karna kaget dan nggak nyangka jalan ceritanya bakal seperti itu. Ya ibarat gw itu kaya ngrasa bersalah udah benci sama Snape di awal cerita. Sungguh JK.Rowling brilian banget bikin jalan cerita yang sama sekali nggak bisa gw tebak setiap alurnya.

Intinya, gw, seorang remaja yang suka banget sama cerita macam ini, yang alurnya rumit dan jalan ceritanya berliku-liku, ya jelas demen banget lah baca maupun nonton Harry Potter, pokoknya anteng deh berjam-jam. Dan gw berharap gw bisa dicintai oleh seseorang yang punya cinta sebesar dan sedalam cintanya Snape ke Lily (hehehe..ngarep dikit gapapa kan)

Okeh gw pikir cukup segini dulu curcolan gw tentang Harry Potter. Mungkin gw kualat ya gegara awalnya gw nolak abis-abisan tuh film hahaha nggak papa deh kan emang cinta itu tidak selalu dateng disaat yang pasti, malahan bisa dateng di saat yang keliru dan sama sekali nggak kita duga-duga sebelumnya. Bagaimanapun awalnya, yang penting akhirnya gw bisa kenal sama ini novel dan gw ngrasa beruntung banget. Sekian.